Tuesday, June 18, 2013

PELUANG USAHA BURUNG PUYUH
Banyak orang tertarik membudidayakan burung puyuh lantaran telur burung ini laku keras di pasaran. Andri Warliyansyah, peternak puyuh asal Cibiru, Bandung, Jawa Barat bilang, permintaan telur puyuh sangat tinggi di pasaran. "Berapapun akan habis diserap pasar," ujarnya.
Tak heran, bila banyak orang tertarik beternak puyuh. Menurut Andri, ternak puyuh petelur dapat dimulai dari membeli bibit di pasar. Burung puyuh sudah mulai bertelur ketika memasuki usia 45 hari.
Di pasaran, puyuh usia 45 hari ini dihargai Rp 8.500 per ekor. Namun, bila ingin lebih murah, bisa membeli bibit puyuh yang baru lahir seharga Rp 2.500 per ekor. Bila sudah berusia seminggu harganya Rp 3.500 per ekor.
Tapi, tentu perlu perawatan dulu sampai burung siap bertelur. Budidaya puyuh tidak memerlukan lahan luas. "Di lahan 3 meter (m) x 3 m sudah bisa memuat 1.000 ekor puyuh," kata Andri.
Lahan yang diperlukan tidak luas karena kandang puyuh bisa disusun tingkat ke atas. Ukuran kandangnya  sekitar 60 centimeter (cm)  x 1 meter. Kandang itu mampu menampung sebanyak 35 sampai 40 ekor burung.
Kandang bisa dibuat dari bambu dengan bentuk kotak.  Kandang sebaiknya dibedakan untuk burung yang masih kecil dan yang sudah dewasa atau siap bertelur.
Untuk pakannya bisa diberikan pur yang biasa diberikan untuk makanan ayam. Pakan bisa diberikan setiap pagi dan sore. Pemberian pakan cukup ditaruh di wadah pakan disediakan di kandang.
Wadah pakan bisa dibuat dari bambu yang sudah dihilangkan batas ruasnya. Kendala utama budidaya puyuh adalah serangan tikus. "Makanya kandang harus dibuat rapat," ujarnya.
Baskoro, peternak puyuh asal Kudus, Jawa Timur, menambahkan,  temperatur kandang yang ideal berkisar 20-25 derajat celcius, dengan kelembaban 30%-80%.
Penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt. Untuk pemberian pakan harus dibedakan antara anakan dan indukan.
Burung yang masih berumur satu sampai dua minggu harus diberikan pakan yang sudah dilembutkan. Umumnya pada usia dua minggu, bulu-bulu burung puyuh sudah mulai tumbuh lebat. Kemudian pada usia satu setengah bulan, puyuh sudah dewasa dan mulai bertelur.
Saat itu, bisa diberikan pakan yang dapat merangsang puyuh bertelur. Masa produksi burung puyuh ini sekitar satu tahun. Puyuh bertelur setiap hari selama masa produktif. Baskoro menyarankan, setelah bertelur setiap hari selama tiga bulan, burung harus diberikan waktu istirahat selama seminggu.
Caranya dengan tidak memberikan pakan yang dapat merangsang bertelur, tapi berikanlah pakan daging. Setelah usia setahun, burung sudah tidak produktif dan bisa dijual. Harga burung puyuh di pasaran mulai Rp 2.500 - Rp 8.000 per ekor.

PERAWATAN PUYUH SETELAH MENETAS
1. Sedikit pemahaman.
Masa pembesaran DOQ bibit puyuh petelur ini merupakan masa mempersiapkan, membentuk, dan merawat puyuh sejak umur bahkan 0 hari sampai rata-rata pada umuran 30 hari. Hingga nanti terbentuk puyuh yang siap telur, baik masak tubuh maupun masak kelamin. Pembentukan ovary / ovarium terdapat follikel tempat pembentukan kuning telur. sedang oviduct tempat perjalanan pembentukan sebutir telur lengkap.
Perawatan yang kurang baik pada tahapan ini mengakibatkan kurang sempurnanya juga pada masa dewasa, dimana dalam memproduksi telur juga menjadi tidak optimal.
2. Pakan.
Mengacu pada pengarahan dari kemitraan, untuk pakan puyuh pada masa stater ini menggunakan pakan stater khusus DOQ bibit puyuh petelur. Sejak dari umur 0 hari sampai sekitar umur 30 hari.
Biasanya dari 6 sak pakan stater untuk 1000 ekor DOQ, pada saat naik kandang (seringnya kalau yang saya alami, naik kandang pada umur 25 hari), pakan masih sisa hampir setengah sak (25 kg). Pakan stater tersebut ada yang memberikannya dicampur pakan teluran / layer, ada juga yang dihabiskan dulu pakan staternya, baru kemudian pindah ke pakan layer.
Mengenai pakan stater untuk DOQ bibit puyuh petelur ini ada pendapat dari Bp. Puyuh Jepang, bahwa intinya bisa diberi (atau malah lebih bagus) pakan stater ayam pedaging. Untuk jelasnya silahkan klik di sini.
3. Yang penting diperhatikan pada masa pembesaran DOQ bibit puyuh petelur.
Dari selama ini membesarkan DOQ bibit puyuh petelur. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan dan pemeliharaan masa pembesaran ini, saya kira pakar-pakar puyuh mengamini juga, diantaranya:
a. Terkait dengan pemanas. Apabila DOQ bibit puyuh petelur ini mengumpul berdesak-desakan, atau bahkan saling menumpuk di pusat pemanas (terutama yang memakai lampu bohlam), berarti suhu ruangan dalam kandang pembesaran kurang panas. Solusinya, tambahkan lagi pemanas.
Beda lagi apabila DOQ bibit puyuh petelur ini hampir semua atau banyak yang merapat di dinding. Berarti terlalu panas. Solusinya, kurangi suhu pemanas.
Ciri yang suhunya disenangi atau cukup pas alias normal ialah ketika DOQ bibit puyuh petelur cenderung menyebar. Pada kondisi ini lebih banyak aktivitas makan, minum, dan tidur.
b. Masa yang rawan pada tahap pembesaran ini sekitar 3 hari. Setelah itu lebih rileks dalam perawatan. Terutama yang berkaitan dengan pemanasan.
c. Untuk galon kecil tempat minum sebaiknya diberi batu-batu kerikil di wadah minumnya. Agar si puyuh kecil tidak tenggelam.
d. Dalam masa rawan 3 hari, ketika meletakkan galon kecil tempat minum usahakan rata. Terpaksanya agak miring, lubang keluarnya yang lebih rendah. Tujuannya agar air tidak membanjir yang bisa mengakibatkan banyak DOQ bibit puyuh petelur ini basah kuyup. Risiko kebanjiran ini bisa kematian massal dalam jumlah besar.
Jika galon digantung, pada masa 1 atau 2 hari kadang beresiko DOQ bibit puyuh petelur ini suka nyungsep di bawah galon. Ada sela sedikit, suka dipakai sembunyi. Akibatnya ya basah kuyup, kalau tidak tertolong, ya kematian juga. Kan sayang ya.
e. Jika pakan stater untuk pertama pemberian digiling, usahakan tidak terlalu lembut menepung. Bisa-bisa kita sibuk mengelupas pakan yang menempel di mata DOQ bibit puyuh petelur. Perlu diperhatikan bahwa pada masa ini, mereka tidurnya sembarangan dengan mata menempel di pakan yang ditebar.
f. Untuk kandang pembesaran yang memakai lapisan kertas, teliti jangan ada lubang untuk sembunyi. Sering DOQ bibit puyuh petelur bisa masuk, tapi tidak bisa keluar.
g. Untuk yang memakai pemanas dengan lampu listrik, apabila terjadi pemadaman (oglangan), asal sebelumnya panasnya mencukupi, langsung kandang pembesaran ditutup rapat. Apalagi jika kandang pembesaran di ruangan tertutup. Lebih dari 4 jam pun dari yang pernah saya alami, masih aman. Ini untuk yang kurang dari 2 hari.
  

9 comments:

  1. terima kasih atas info peluang usaha yang diberikan
    bagaimana pemasaran puyuh di bondowoso????????

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangat bagus, karena faktor persaingan yang sangat rendah bro sehingga mempunyai prospek untuk berkembang ke depannya

      Delete
  2. bagusss info.a
    bisa bwt pertimbangan buka usaha itu

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. keren infonya,, kayaknya di daerahku belum ada usaha puyuh tuh

    ReplyDelete
  5. trimakasih infonya renca aq mau mulai usaha ini..

    ReplyDelete