A.
PENDAHULUAN
Lemak dan minyak secara kimiawi adalah trigliserida
merupakan bagian terbesar dari kelompok lipida. Trigliserida banyak terdapat
dalam jaringan hewan dan tanaman. Trigliserida merupakan senyawa hasil
kondensasi satu molekul gliserol denga tiga molekul asam lemak. Sedangkan
digliserida dan monogliserida terdapat sangat sedikit pada tanaman.
Lemak yang berbentuk trigliserida yang dalam
kondisi suhu ruang berada dalam keadaan padat, sedangkan minyak berbentuk
trigliserida yang dalam suhu ruang berbentuk cair.
Lemak dan minyak merupakan sumber kalori yang cukup
tinggi yaitu sekitar 9 kilokalori/gram, sumer asam-asam lemak tak jenuh
esensial (linoleat, linoleat), sumver alamiah vitamin-vitamin larut minyak
(vitamin A, D, E, dan K).
Kandungan dan sifat fisikokimia lemak/minyak
berbeda-beda yang tergantung dari sumbernya. Perbedaan jumlah, komposisi dan
sifat fisikokimia dari minyak/lemak yang mendasari dilakukan analisis
minyak/lemak baik secara kimia maupun menggunakan instrumen. Analisis lemak/minyak
dapat dilakukan dengan analisis kadar lemak, analisis sifat fisikokimia lemak,
analisis komposisi asam lemak yang terkandung dalam contoh lemak/minyak.
B.
DASAR TEORI
1.
KEKENTALAN DAN BAU
Uji kekentalan dan bau pada lemak
yaitu minyak kelapa dan asam oleat menunjukkan bahwa minyak kelapa berupa ciran
tidak terlalu kental dan berbau tidak pekat,asam oleat berupa cairan kental
yang berbau tengik pekat. Sedangkan lemak murni itu tidak berwarna,tidak berbau
dan tidak berasa. Mminyak kelapa dan asam oleat berbau dan berwarna disebabkan
karena adanya figment-figment dari asalnya atau mengalami perubahan struktur
disebabkan karena adanya figment seperti xanthophyl.
2.
KELARUTAN
Uji kelarutan yang dilakukan pada
lemak menunjukkan bahwa minyak kelapa dan asam oleat yang dicampur dengan
aquades ternyata lemek-lemak tersebut tidak larut dala air. Sedangkan minyak
kelapa dan asam oleat yang dicampur didalam metilen klorida ternyata
lemek-lemak tersebut dapat larut dalam metilen klorida. Hal ini disebabkan
karena lemak dapat larut dalam pelarut organic yang non polar contohnya metilen
klorida ini dan tidak larut dalam air.
3.
NODA LEMAK/SPOT TEST
Minyak kelapa yang dicampurkan
pada tiga tetes larutan kloroform,ternyata semuanya menghasilkan noda pada
kertas. Begitu pula noda asam oleat yang dicampurka pada kloroform ternyata
juga menghasilkan noda pada kertas. Hal itu disebabkan karena lemak dapat noda
yang sukar hilang walaupun lemak itu dapat larut dalam kloroform,tapi larutan
itu tetep mengandung lemak sehingga kertas tersebut tetap bernoda.
4.
SAPONIFIKASI LEMAK/PENYABUNAN
Apabila lemak ditambah dengan
NaOH dan etanol maka akan menghasilkan zat padat (sabun) setelah dipanaskan dan
apabila zat padat itu dilarutkan dalam air maka akan menghasilkan buih/busa.
Hal ini disebabkan karena lemak dapat dihidrolisa dengan dipanaskan pada
temperature dan tekanan yang tinggi. Hidrolisa ini dilakukan dengan adanya
penambahan basa kuat yaitu NaOH. Sehingga dihasilkan sabun yang terdiri dari
gliserol dan garam. Sabun ini dapat larut dalam air sehingga dapat menghasilkan
buih.
5.
UJI IKATAN RANGKAP
Minyak kelapa dan asam oleat yang
sama-sama ditambah dengan KMnO4 membuat warna menjadi luntur menunjukan bahwa
minyak kelapa dan asam oleat dapat melunturkan warna KMnO4. Karena KMnO4
diaddisi oleh ikatan rangkap dari lemak tak jenuh(minyak kelapa dan asam
oleat).
6.
SIFAT EMULSI SABUN
Minyak kelapa yang dicampurkan
kedala etanol ternyata menghasilkan ikatan larutan berwarna jernih agak keruh
dan minyak kelapa dapat tidak larut dalam etanol tersebut. Begitu pula dengan
minyak kelapa yang dicampurkan didalam kloroform juga menghasilkan larutan
berwarna putih keruh dan lemak tidak larut dalam kloroform,sedangkan minyak
kelapa yang dicampurkan didalam Na2CO3 menghasilkan larutan berwarna putih
keruh dan lemak tercampur didalamnya dan yang terakhir minyak kelapa yang
dicampurkan dalam didalam aquades ternyata tidak dapat larut dan berwarna
putih. Minyak tidak larut dalam aquades dan karena berat jenis lemak cair
(0.915-0,940) lebih rendah dari berat jenis air (1) sehingga lemak terapung.
7.
PEMBUATAN ASAM MINYAK
Larutan sabunyang diasamkan
dengan HCl pekat ternyata tidak menghasilkan dua lapisan kare terlalu banyak
gumpalan-gumpalan lemak. Hasilnya seharusnya terbentuk 2 lapisan, ini
dikarenakan kemungkinan terlalu banyak larutan sabun.
C. HASIL PENGAMATAN
|
NO
|
Jenis Larutan
|
Hasil
Pengamatan
|
|
1
|
1 ml Aquades
dan 1 ml Minyak Kelapa
|
Setelah kedua
larutan dicampur, larutan minyak berada diatas. Setelah dikocok terjadi
emulsisecara sempurna dan berwarna putih keruh, kedua larutan tercampur.
|
|
2
|
1 ml Bensin dan
1 ml Minyak Kelapa
|
Setelah kedua
larutan dicampur, tidak terlihat lapisan dikedua larutan seperti tabung 1.
Setelah dikocok tidak ada perubahan / larut sempurna.
|
|
3
|
1 ml Na2CO3 dan
1 ml Minyak Kelapa
|
Setelah kedua
larutan dicampur, larutan minyak berada dilapisan atas terjadi seperti tabung
1. Setelah dikocok terjadi emulsi
yang hampir sempurna.
|
|
4
|
1 ml Eter dan 1
ml Minyak Kelapa
|
Setelah kedua
larutan dicampur larutan minyak berada dilapisan atas seperti tabung 1 dan tabung 3. Setelah dikocok
kedua larutan menghomogensi sehingga terlihat seperti 1 larutan
|
D. PEMBAHASAN
Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok
yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapatdi alam
serta tidak larut dalam air, tetapi larutdalam
pelarutorganiknon-polar,misalnya
dietil eter
(C2H5OC2H5),Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak
dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak
mempunyaipolaritas yang sama dengan pelarut tersebut.
Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut
dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut . Tetapi polaritas
bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi.Misalnyaasam lemakdalam
larutanKOH berada dalam keadaanterionisasi danmenjadi lebihpolar dari
aslinyasehingga mudahlarut serta dapat
diekstraksi denganair.Ekstraksi
asam lemakyangterionisasi ini dapatdinetralkan kembalidengan menambahkan asam
sulfat encer (10 N) sehingga kembali menjadi tidakterionisasi dankembali
mudahdiekstraksi denganpelaruton-polar.
Lemak dan minyak merupakan senyawaan
trigliserida atautriasgliserol,yangberarti “triester dari gliserol”. Jadi lemak
dan minyak juga merupakan senyawaan ester . Hasil hidrolisis
lemakdanminyakadalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat inijuga
disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak
bercabang.
A.
KESIMPULAN
Percobaan mengenai
lemak dapat diambil kesimpulan bahwa lemak tidak larut dan tidak mengemulsi
dalam air, tetapi larut dalam pelarut-pelarut lemak yaitu cairan pelarut non
polar seperti chloroform, eter, aseton dan sebagainya. Lemak mengemulsi saat
dilarutkan dengan Na2CO3 dan air sabun yang telah dicampur dengan air. Wujud
atau fisik antara lemak dan minyak berbeda pada saat uji fisik, kekentalan dan
bau. Sebenarnya zat antara lemak dan minyak sama.
ini baru lengkap
ReplyDeletepostingnya sangat membantu dalam mengerjakan tugas saya
makasih...
ok lut..
Deletebermanfaat
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteterimakaih,,,
Deleteberkat posting kamu tugasku selesai
terimakasih infonya
Deleteok bro
Delete